Wednesday, 28 October, 2020

Arudji Kartawinata, Pendiri Organisasi SEMMI, Sayap Organisasi Tertua Di Indonesia Yang Memiliki Segudang Prestasi


Arudji Kartawinata

Tentu zaman milenial pemuda hari ini sangat asing dengan nama Arudji Kartawinata, bagaimana tidak, sangat sedikit pelajaran di sekolah formal mengangkat cerita tokoh nasional yang satu ini. Namun untuk para kader Syarekat Islam nama beliau tak asing lagi, bahkan terkadang sejarahnya menjadi bahan diskusi para kader muda Syarekat Islam.

Arudji Kartawinata lahir di Garut, Jawa Barat, 5 Mei 1905. Beliau adalah salah satu mantan Menteri Muda Pertahanan Indonesia di Kabinet Sjahrir II. Suami dari Sumarsih subiyati alias Yati Arudji ini juga pernah menjadi ketua Dewan Perwakilan Rakyat ke 3 dengan masa jabatan 1963-1966.

Sebagai Arudji kecil, beliau bersekolah di HIS dan melanjutkan sekolah di MULO (setingkat SMP). Selesainya dari sana, beliau menjadi guru dan menjadi kepala sekolah SD Serikat Islam di daerah Garut. Selain aktif mengajar, Beliau juga aktif menulis, terbukti ia pernah menerbitkan surat kabar “balatentara Islam” dengan berisikan Gerakan Serikat Islam serta mengikuti latihan PETA (Pembela Tanah Air).

Setelah era kemerdekaan, ia lalu diangkat menjadi Komandan BKR (Badan Keamanan Rakyat) Jawa Barat, yang kemudian menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Divisi III Jawa Barat dan merupakan cikal bakal Divisi Siliwangi.

Ketika Kabinet Syahrir II, ia diangkat jadi Menteri Muda Pertahanan. Ketika tahun 1948, TNI harus hijrah ke Yogyakarta akibat adanya perjanjian Renville. Ia ditunjuk menjadi Ketua Panitia Hijrah TNI yang mempunyai tugas memindahkan tentara-tentara Republik Indonesia yang ada di pelosok-pelosok daerah kekuasaan Belanda ke daerah Republik.

Selain itu ia pernah pula menjadi anggota DPR-RIS (Republik Indonesia Serikat). Setelah Pemilu 1955, ia terpilih menjadi anggota DPR-RI. Kariernya terus menanjak menjadi anggota DPR-GR dan akhirnya akhirnya diangkat menjadi anggota DPA (Dewan Pertimbangan Agung) pada tahun 1966-1968.

Arudji Kartawinata adalah salah satu sosok penting dalam pergerakan Syarikat Islam, pada Majelis Tahkim XXIX 1956, Arudji Kartawinata mengusulkan perlunya dibentuk organisai sayap Syarikat Islam dikalangan mahasiswa untuk menghimpun pergerakan intelektual mahasiswa.

Dengan didukung penuh oleh keseluruhan peserta Majelis Tahkim untuk membentuk organisasi front bagi mahasiswa, maka Arudji berdiskusi bersama Muhajir kader Syarikat Islam asal Yogyakarta yang masih mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa untuk merumuskan organisasi front kemahasiswa tersebut.

Maka nama SEMMI (Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia) diusulkan sebagai nama organisasi front kemahasiswaan, dengan landasan ideologi DIENUL ISLAM, landasan konstitusi adalah Kitabullah dan Sunah Rasulullah SAW, landasan pergerakan adalah Program Azas dan Program Tandhim, dengan landasan organisasi berupa AD/ART.

Maka pada tanggal 2 april 1956 SEMMI didirikan secara resmi sebagai organisasi sayap Syarikat Islam di Jakarta oleh Arudji Kartawinata yang terpilih sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) PSII, dan juga saat itu Arudji menjabat sebagai ketua DPRS RI.

Arudji Kartawinata merupakan tokoh nasional dengan segudang prestasi dan berperan sangat penting dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan, hingga saat ini peninggalan Arudji yaitu Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia tetap bersama pemerintah dalam memajukan indonesia menuju kemerdekaam sejati yang dicita citakan.

Pada 13 juli tahun 1970, ia meninggal dunia karena menderita penyakit radang otak dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Maka sudah selayaknya Arudji Kartawinata dinobatkan atau dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional dikarenakan jasa jasanya dalam perjuangan melawan penjajah, maupun dalam mempertahankan kemerdekaan dan salah satu ide besarnya dalam mempelopori berdirinya SEMMI.

 

Penulis :

M Hafiz Azami

0 comments on “Arudji Kartawinata, Pendiri Organisasi SEMMI, Sayap Organisasi Tertua Di Indonesia Yang Memiliki Segudang Prestasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.