Wednesday, 28 October, 2020

Aksi Tanggung Jawab Sosial di Tengah Virus Corona


Aksi Tanggung Jawab Sosial di Tengah Virus Corona

Dialeka.com, Jakarta. Fenomena kemunculan wabah Corona virus disease 2019 (covid-19) di awal tahun 2020 benar-benar menggemparkan jagat raya, masyarakat insternasional dibuat panik dan khawatir, sebab kian lama, virus ini kian menghawatirkan, kian hari korban semakin bertambah, bahkan sudah di atas 500.000 korban jiwa akibat virus tersebut. Virus yang sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya telah merambah hampir ke seluruh negara-negara besar di dunia. Mulai dari China, Korea Selatan, Singapura dan lainnya di daratan Asia, hingga ke Italia, Prancis dan lainnya di daratan Eropa, bahkan Indonesia sendiri.

Untuk itu, berbagai strategi penting dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan oleh pemerintah, mulai dari himbauan pysical distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung, dan bahkan di berbagai negara sampai memberlakukan lockdown, yaitu membatasa pergerekan warganya, melarang mereka untuk masuk atau keluar ke suatu tempat karena kondisi darurat, negara menutup perbatasan, agar tidak ada orang yang masuk atau keluar dari negaranya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk nyata dari tanggungg jawab pemerintah.

Namun, dalam konteks Indonesia, himbauan pemerintah di atas belum direspon oleh semua warga, faktanya masih banyak warga yang berkumpul, berkerumun, berkeliaran, nongkrong dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa ada sebagian warga yang belum memiliki kesadaran sosial berupa sikap peduli terhadap keselamatan dirinya dan orang lain, padahal menjaga keselamatan diri dan orang lain terutama menyangkut dengan orang banyak merupakan bentuk tanggung jawab sosial, terutama di tengah-tengah mewabahnya Virus Corona.

Dalam situasi yang seperti ini, setiap warga dituntut melakukan aksi nyata sebagai ekspresi dari tanggung jawab sosial dalam upaya mencegah merebaknya Virus Corona ini. Aksi terebut antara lain:

 

  1. Membangun Kesetiakawanan Sosioal

Membangun gerakan besama berbasis sosial bisa menekan penyebaran Virus Corona. Untuk itu, tanggung jawab semua elemen masyarakat, apakah dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, pendidik, kalangan akademisi, aktivis dan relawan, dan masyarakat luas adalah bersatu padu dan bekerjasama untuk menekan penyebaran Virus Corona. Semuanya dituntutu untuk ikut andil dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang ada pada kita masing-masing. Dengan cara ini, diharapkan cobaan ini segera berakhir dan kita sebagai bangsa dapat bangkit kembali.

Dalam konteks pencegahan Virus Corona, kesetiakawanan sosial bisa diwujudkan dengan mendistribusi masker secara garatis atau dijual dengan harga terjangkau, dan juga dengan pelayanan kesehatan atau dengan membentuk kelompok relawan serta lainnya. Membangun kesetiakawanan, bekerjasama, saling membantu yang dilakukan dengan berbagai macam cara memiliki dampak yang sangat besar, terutama untuk mencegah penularan Virus Corona. Dengan peran masing-masing, kita bisa meredam penyebaran virus ini. Oleh sebab itu, berbuat sesuatu, meskipun sederhana, namun bisa berdampak luas kepada masyarakat. Saya kira ini juga bentuk nyata dari tanggung jawab sosial.

 

  1. Menjaga Kedisiplinan

Sering kita jumpai orang berilmu tinggi tetapi tidak mampu berbuat banyak dengan  ilmunya, karena kurang disiplin. Sebaliknya, banyak orang yang tingkat ilmunya biasa-biasa saja tetapi justru mencapai kesuksesan luar biasa, karena sangat disiplin dalam hidupnya. Tidak ada lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan disiplin kepada anak didik-nya. Demikian pula organisasi atau institusi apapun, lebih-lebih militer,pasti sangat menekankan disiplin kepada setiap pihak yang terlibat di dalamnya. Semua pasti sepakat, rencana sehebat apapun akan gagal di tengah jalan ketika tidak ditunjang dengan disiplin.

Dalam mencegah atau menghindari wabah Virus Corona, menjaga kedisiplinan merupakan hal yang utama dan juga ditekankan. Sebab aksi ini termasuk bagian integral dari tanggung jawab sosial. Kata pak Jokowi, “Dengan kedisiplinan yang kuat kita bisa mencegah penyebaran Covid-19.” Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan di tengah mewabahnya Virus Corona ini, dari yang paling sederhana. Misalnya, tidak keluar rumah, kecuali karena urusan yang sangat penting, menjaga jarak, mengurangi interaksi sosial dan juga disipiln. Disiplin menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti menggunakan masker bila berada di ruang publik, cuci tangan dengan sabun, serta menjaga stamina fisik dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Hindari berjabat tangan dan berpelukan, hindari menyentuh area wajah, jaga jarak sosial atau hindari kerumunan massa, dan lainnya. Dengan demikian, diharapkan Virus Corona dapat diatasi. Kita yakin, tiada suatu persoalan yang dapat diatasi tanpa ditopang dengan sikap kedisiplinan. Virus Corona, walapun sudah menjadi pandemi atau wabah yang menyebar luas di seluruh dunia, namun bila kita disiplin, cepat atau lambat dapat diatasi.

 

  1. Do’a Sosial

Selain tanggung jawab sosial tersebut di atas, kewajiban lain yang harus dilakukan adalah do’a sosial. Do’a sosial yang dimaksud adalah senantiasa mendo’akan orang lain terutama mereka yang terjangkit Virus Corona. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak cukup berdo’a hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga harus mendo’akan orang lain. Mencegah Virus Corona tidak cukup dengan bekerjasama, saling tolong menolong, dan menjaga kedisiplinan, menjaga kebersihan dan pola makan sehat, tapi harus ditunjang dengan do’a. Do’a bisa mencegah berbagai penyakit, termasuk Virus Corona. Berdo’a dengan tujuan memohon keselamatan bagi seluruh warga agar terhindar dari segala macam penyakit termasuk Virus Corona, berdo’a atas kesembuhan mereka yang terinfeksi Virus Corona.

Memang tidak sedikit orang yang meremehkan do’a. Mereka menganggap, segala masalah bisa diselesaikan dengan usaha sendiri, tidak perlu do’a. Do’a dianggap sebagai sesuatu yang sia-sia dan tidak ada gunanya, sekadar ilusi, berharap pada sesuatu yang tidak ada wujudnya. Berbeda dengan usaha, yang jelas ukuran dan targetnya. Ada masalah, dicarikan solusinya, dan masalah dapat dipecahkan, atau target bisa didapatkan. Pendek kata, mereka merasa tidak penting untuk berdo’a, cukup dengan usaha. Menyepelekan, apalagi mengabaikan doa’, bukanlah sikap seorang Mukmin sejati yang meyakini adanya Allah yang mengatur segala sisi kehidupan manusia dan alam semesta. Seorang Mukmin akan selalu menyertakan Allah dalam setiap usaha yang dilakukan. Segala persoalan atau masalah hidup akan selalu dicarikan solusinya untuk dipecahkan, sembari diiringi do’a. Do’a adalah kekuatan dahsyat yang bermanfaat dan bisa membantu menyelesaikan persoalan hingga tuntas. terutama di tengah-tengah fenomena Virus Corona. Sekali lagi,  jangan sepelekan do’a, karena do’a adalah senjata pemungkas.

 

Penulis :

Moh. Bakir, Lc.,MA. Dosen STIU Al Mujtamak Plakpak Pagantenan Pamekasan, dan mahasiswa S3 di PTIQ Jakarta.

0 comments on “Aksi Tanggung Jawab Sosial di Tengah Virus Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published.