Wednesday, 28 October, 2020

Covid 19: Haruskah indonesia lockdown?


Covid 19: Haruskah indonesia lockdown?

Dialeka.com, Jakarta. Warga dunia baru – baru ini di gemparkan dengan adanya wabah virus penyakit Corona atau Covid-19, virus ini ditemukan pertama kali di Wuhan China. Covid – 19 telah menginfeksi lebih dari 143 negara di dunia, di antara negara yang terinfeksi Covid-19 yaitu Italia, Malaysia, Korea Selatan bahkan negara Indonesia.

 

Dalam mengantisipasi dan menyelesaikan penyebaran virus Corona ini, berbagai negara memiliki kebijakan berbeda-beda. Ada yang mendeklarasikan status darurat, ada juga yang memberlakukan isolasi bahkan memberlakukan lockdown.

 

China adalah negara pertama yang memberlakukan lockdown secara radikal disertai dengan dukungan medis, dan pembangunan fasilitas perawatan secara tergesa-gesa. Dalam kebijakannya, China dianggap berhasil dalam memerangi wabah virus Corona ini, dibuktikan dengan tidak adanya tambahan pasien baru dan beberapa sekolah telah aktif kembali. 

 

Menurut Mashable, pada dasarnya lockdown adalah pembatasan empat hal: pertama, melarang pertemuan di tempat umum seperti pernikahan dan acara lain; kedua, menutup sekolah dan kampus untuk pembelajaran online; ketiga, melarang penerbangan masuk dan keluar negeri; dan empat, membatasi pergerakan warga. Tujuannya adalah untuk menghambat penyebaran epidemi atau pandemi.

 

Ada juga salah satu negara yang mampu menghambat penyebaran Covid -19 secara efektif tanpa lockdown, yaitu negara Taiwan, meski kasus baru masih bermunculan. Negara pulau ini hanya 130 km dan penerbangan singkat dari daratan China, tempat Covid -19 bermula.

 

Di Indonesia sendiri kasus positif Corona atau Covid-19 kian bertambah,  pada Jumat, 20 Maret 2020 menjadi 369 kasus, begitu juga korban meninggal, telah mencapai 32 orang. Penambahan terbanyak dari DKI Jakarta, kemudian dari Jatim, kemudian dari Jateng dan dari Kepri. 17 orang dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang. 

 

Pemerintah Indonesia telah mengambil kebijakan dalam Pencegahan covid -19 minggu lalu, kebijakan yang di ambil pemerintah saat ini lebih menekankan pada pengurangan mobilitas orang dan mengurangi kegiatan yang melibatkan banyak orang dan social distancing atau menjaga jarak, serta Work From Home (WFH). Pemerintah indonesia juga meliburkan segala aktifitas sekolah mulai dari Universitas, dan sekolah mulai dari Paud sampai SLTA, hal itu dilakukan pemerintah guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran on-line dari rumah masing-masing.

 

Namun, social distancing dinilai terlambat oleh sebagian pihak bahkan masyarkat umum, jika virus sudah menyebar luas di antara masyarakat, sehingga desakan terhadap pemerintah Indonesia bermunculan untuk segera mengambil keputusan untuk lockdown, hal itu juga menuwai kontraversi baru di kalangan masyarakat Indonesia di tengah hangatnya kasus covid -19.

 

Mau lockdown?

 

Hal yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia jika harus mengambil keputusan untuk lockdown, Yaitu pemerintah harus memastikan pasokan kebutuhan dasar hingga kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi. Perlu banyak belajar terhadap negara negara lain yang sudah melakukan lockdown dalam mengahadapi covid – 19, contohnya adalah China, China dalam memenuhi kebutuhan dasar ataupun kebutuhan pokok yaitu dengan cara membagi-bagikannya pada setiap rumah di Wuhan.

 

Jadi, antisipasi utama pemerintah Indonesia harus memenuhi kebutuhan pokok utama bagi masayarakat, baik di pasar lokal maupun pasar modern, dalam pemenuhan itu pemerintah harus berkordinasi dan bisa bekerjasama dengan kalangan pembisnis, karena masyarakat harus dilayani secara masif setiap waktunya, hingga pandemi usai atau setidaknya sampai dicabutnya status lockdown, dalam pemenuhan bahan pokok maupun logistik. Pemerintah juga harus mendorong kesiapan pada kalangan bisnis yang ditunjuk untuk menyiapkan pasokan bahan pokok dan logistik.

 

Piliphina juga merupakan salah satu negara yang melakukan lockdown, dalam pemenuhan kebutuhan pokok PM Philiphina yaitu Presiden Duterte bekerja sama dengan dua konglomerat besar negara tersebut, San Miguel Corporation dan Ayala Corporation untuk menyediakan makanan.

 

Tak hanya itu, meski Mentri keuangan, sri mulyani telah mengumumkan anggaran keuangan Indonesia siap jika harus mengambil keputusan lockdown namun, penulis anggap sangat perlu untuk memerhatikan hal yang penulis sampaikan di atas, karena hal itu menjadi kebutuhan paling dasar bagi semua kalangan masyarakat.

 

Penulis:

Moh. Mahsun, merupakan mahasiswa Universitas pamulang jurusan Akuntansi

 

0 comments on “Covid 19: Haruskah indonesia lockdown?

Leave a Reply

Your email address will not be published.