Monday, 19 October, 2020

Politik di tengah Covid-19


Politik Di Tengah Covid-19

Dialeka.com Pertikaian politik akan tetap hangat dibahas dalam kondisi apapun, pencarian panggung dan elektabilitas akan menjadi sasaran empuk dalam setiap tindakan oleh para pemanggu politik praktis, para politisi akan senantiasa hadir dan menjadi skandal yang tak terpecahkan untuk menang dan mencari keuntungan, dari setiap pojokan Indonesia bahkan dunia perbincangan politik dan kekuasaan tidak akan pernah tidur dari diskursus politik. Di setiap hentakan gerak manusia, gelap maupun bercahaya, politik akan selalu melahirkan spekulasi publik yang tidak terselesaikan.

Di kondisi Covid-19, politik akan semakin hangat ketika peran media menjadi bumbu untuk memaniskan perjalanan tujuanya, tidak sedikit para pemodal yang juga aktif dalam politik praktis mempunyai beberapa media untuk memuluskan siasat politiknya, Melalui alat digitalisasi era 4.0 akan menjadi angin segar untuk bermain di media, hanya dalam rentan waktu menit akan menyebar ke seluruh penjuru negri, permainan buzzeRp sudah menjadi kerjaan yang nyaman bagi penjual idealis dan pecinta materialistik, tindakan diam namun, membingungkan masyrakat dan memecahkan berbagai kelompok demi kepentingan semata.

Politik adalah tentang Who gets what, when how, demikian ungkapan yang sangat dikenal dalam dunia politik, definisi ini disampaikan oleh harold laswell, seorang ilmuan politik Amerika, dalam salah satu bukunya yang sangat terkenal di tahun 1936, ungkapan itu akan sangat mudah ditemukan, jika amunisi politik sudah terbiasa dikonsumsi, jangan baper, bawalah politik pada kepekaan ekonomi dan sosial.

Covid-19, banyak juga partai politik yang memerankan aksinya, memberikan kontribusi masker, hand sanitizer, namun harus dilabeli logo partai. Pemahaman desain parpol sudah menjadi hal biasa dalam kondisi politik terkini. Memilih jalan terbaik untuk ditembuh sehingga memberikan daya tarik dan merebut kepercayaan masyrakat.

Sangat menarik untuk ditelaah, ketika penggunaan desain politik dimuluskan saat Covid-19, menjadi bagian didalamya saat ini.

Peta Senayan Berpolitik

Perubahan motor politik di parlemen dimulai pasca pileg 2019. Saat ini ada sembilan partai yang lolos dari ambang batas ketentuan, Enam parpol adalah pendukung pemerintah, hal ini tentunya menjadi ketidakhadiran sistem demokratis dalam chek and balances di parlemen. 427 kursi atau 74 persen, berada dibelakang pemerintah, artinya ruang gerak wakil rakyat yang diluar pemerintah sangat terbatas. Membutuhkan kekuatan yang sangat tajam, karena secara sistematis, program dan anggran pasti akan lebih seirama dan sejalan dengan kursi mayoritas.

Krisis Covid-19

“Nearly all men can stand adversity, but if you want to test a man’s character, Give him power.”

Hampir semua pria dapat menghadapi kesulitan, tetapi jika anda ingin menguji karakter seseorang pria, berikan dia kekuatan. Begitulah kira-kira artinya, kata bijak ini diungkapkan oleh Abraham Lincon, Presiden hebat Amerika Serikat dalam sejarahnya.

Sejak World Healty Organization (WHO), menetapkan sebagai pandemi global, sejak itu pula Covid-19, dengan sendirinya mengubah pergerakan wajah dunia, banyak pemimpin hebat bahkan senior politik dunia, tergagap merespons pandemi covid-19 ini. Lanskap pemimpin politik, mulai dari Presiden, mentri terkait, dan kepala pemerintahan daerah akan teruji kualitas kepemimpinanya, dalam menghadapi situasi krisis seperti ini.

Situasi seperti ini adalah kesempatan terbesar terhadap ketua umum Parpol untuk menggerakkan seluruh elemen partainya, dalam berkontribusi terhadap masyrakat, anggap sebagai balas jasa, terhadap suara yang diberikan pada saat pileg 2019 lalu. Masyrakat tidak akan pernah tidur, dimana parpol yang turun tangan dalam situasi darurat dan krisis seperti ini. Hal ini sangat sangat dianggap lebih daripaada isu-isu sosial ekonomi dan lainya,

Kita tunggu, kontribusi terbesar partai terhadap kepedulian dan solidaritas kepada masyrakat di seluruh pelosok Tamah Air. 

 

Penulis:

Amiruddin, Ketua kajian Bina Politik UMJ dan

Mahasiswa Ilmu politik Universitas Muhammadiyah Jakarta

 

 

 

 

 

0 comments on “Politik di tengah Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published.