Tuesday, 27 October, 2020

Spirit Kolektif Solusi Melawan Virus Corona


Spirit Kolektif Solusi Melawan Virus Corona

Dialeka.com, Jakarta. Coronavirus disease 2019. (Covid-19) dari mulai menjadi perbincangan hingga menjadi perdebatan, untuk sama-sama bekerja melewati masa-masa sulit yang dihadirkan oleh pencipta kepada dunia, pergulatan pemikiran para dokter dan tim medis dari berbagai negara juga sangat optimistis untuk menemukan jalan yang terbaik menumpas dan memberhentikan penyebaran Covid-19. Pemerintah dunia juga menyikapi dengan serius tentang Covid-19 ini. dimulai dari instruksi World Healthy Organization(WHO) yang juga menetapkan Covid-19 sebagai pandemi dunia, semua pemerintah dunia mengambil langkah tegas, termasuk juga Indonesia yang saat ini sudah mengambil kebijakan tes massal,

Keputusan itu harus dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, pemerintah harus mampu memberikan kontribusi yang paling hebat disaat bangsa indonesia berada dalam posisi seperti sekarang ini. Sesuai pembukaan UUD 1945, yang menyatakan “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,

Namun, sampai saat ini jumlah korban yang terpapar Covid-19 terus meningkat. Membutuhkan semua gerakan untuk melawan ganasnya Covid-19 ini. Pemerintah pusat dan daerah harus saling bersinergi dan bersatu padu dalam melewati masa-masa sulit yang sedang melanda ini. Namun, banyak masyarakat yang masih kurang cerdas dalam bersikap. Ada yang masih dipolitisasi antara sikap Gubernur Anis Baswedan, dan Presiden Jokowi dalam mengambil tindakan, Covid-19 Bukan antara sikap Anis dan Jokowi tapi seharusnya bersatu dengan dalih keselamatan warga negara. Karena Covid-19 akan menyasar tanpa pandang bulu.

Dampak Psikologis

Dampak Psikologis merebaknya Covid-19 jelas akan menggangu kesehatan mental. Dari anjuran mengurung diri di rumah masing-masing hingga anjuran pembatasan sosial  (social distancing) Kemesraan akan hilang sekejap rasa ada tembok akan terjadi, keakraban ngobrol tidak akan efektif, karena datangnya kekhawatiran yang sudah memenuhi pikiran.

Ketika krisis berlarut-larut dan karantina tetap berlaku, banyak orang yang berjuang dengan ketidakpastian tentang berapa lama mereka akan disimpan dalam isolasi. Itu memicu kebosanan, kesepian, dan kemarahan, kata Chee Ng, seorang Profesor Psikiatri di University of Melbourne.

Artinya, ketidakpastian tersebut akan menimbulkan reaksi psikologis yang begitu keras. Karena mereka dihadapkan dengan krisis yang berkepanjangan tapi karantina tetap berlaku. Untuk hal ini belum diberlakukan di Indonesia. Presiden Jokowi lebih memilih tes massal ketimbang lockdown. melalui pertimbangan yang matang dan tentunya atas kesepakatan dengan berbagai kabinet kerja dan pihak terkait.

Dengan meningkatnya angka yang terpapar Covid-19, akan Sangat berdampak serius kepada masyarakat, mulai dari tertekan, stres dan cemas. Pemberitaan yang kadang kurang krusial diberitakan juga menjadi indikasi terhadap kekhawatiran atau dapat mempengaruhi hormon stres. dan menurunnya imun tubuh sehingga gampang tertular Covid-19.

Misalnya, pasien yang sudah terpapar Covid-19, akan dilakukan pemeriksaan yang sangat ketat, dan akan dirawat di rumah sakit yang sudah terdaftar sebagai tempat rujukan pasien Covid-19, pastinya berbeda tempat (ruang khusus), dokter yang menangani, dan obat-obatan yang akan diberikan dengan pasien yang tidak terpapar Covid-19, pasien Covid-19 akan terisolasi, tidak boleh kontak langsung dengan yang lain, akan sangat menggangu mentalitas pasien. Namun, percayalah semua itu ciptaan Allah Swt. Akan ada sisi baik yang Allah SWT. Rencanakan di baliknya.

Di laman Instagram Presiden Jokowi 20 Maret yang lalu. Menyampaikan “Seluruh kekuatan pemerintah, kekuatan negara dan bangsa untuk mengatasi kesulitan ini, baik masalah kesehatan mau pun masalah sosial ekonomi yang mengikutinya”. Pemerintah mengambil langkah pasti melalui kesepakatan dan pertimbangan yang matang, jangan ada yang saling menyalahkan, Covid-19 adalah dinamika kehidupan yang melanda dunia. Harus bisa melewati bersama.

Mari bergandengan tangan dan saling berfikir, semua dari berbagai elemen mulai dari civitas akademika pendidikan, tokoh lintas sektor agama, pemerintah daerah maupun pusat. Pengamat politik dan peneliti sosial. Dengan yakin dan optimistis dunia yang dilanda krisis ekonomi, dan segala hal akan segera sembuh.

Penulis:

Amiruddin, Mahasiswa UMJ jurusan Politik

0 comments on “Spirit Kolektif Solusi Melawan Virus Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published.