Wednesday, 28 October, 2020

Wakil Presiden: Orang Nomor Dua Yang Diduakan


Wakil Presiden: Orang Nomor Dua Yang Diduakan

Dialeka.com Pada bulan Februari kemarin kita dihebohkan dengan perkataan Rocky Gerung yang salah menyebut nama Wakil Presiden RI dalam acara Indonesia Lawyers Club. Salah sebut nama Wakil Presiden oleh Rocky Gerung tentunya bukanlah terjadi secara tidak sengaja,melainkan sebagai sebuah sindiran kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang dinilai jarang terlihat kinerjanya di hadapan publik. Tentu sindiran yang dilakukan oleh Rocky Gerung ini menimbulkan reaksi pro dan kontra di masyarakat. Berangkat dari sindiran tersebut membuat penulis bertanya,apa sebetulnya kekuasaan seorang Wakil Presiden?

Dasar yang dijadikan adanya lembaga bernama wakil presiden terdapat dalam konstitusi kita yaitu UUD Tahun 1945. Dalam pasal 4 ayat (2) UUD Tahun 1945 berbunyi “Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden”. Dari pasal tersebut kita tahu bahwa seorang Wakil Presiden ialah pembantu dari Presiden. Akan tetapi dalam pasal 17 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. Dari situ dapat kita ketahui bahwa menteri juga bertindak sebagai pembantu Presiden. Kalau keduanya sama-sama sebagai pembantu Presiden,lantas apa yang membedakan keduanya?

Seperti yang sudah kebanyakan masyarakat tahu,bahwa menteri-menteri negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Sedangkan Wakil Presiden dipilih oleh rakyat satu paket dengan Presiden. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden adalah satu kesatuan. Wakil Presiden berkedudukan satu tingkat dibawah Presiden. Kembali ke awal,apa yang menjadi kekuasaan wakil presiden?

Sudah sering didengar di dalam masyarakat bahwa ada semacam sindiran bahwa Wakil Presiden itu hanyalah “ban serep”. Anggapan tersebut dapat diamini karena dalam konstitusi kita jika Presiden mangkat,berhenti,diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya maka ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya. Lantas adakah kekuasaan lain dari Wakil Presiden selain ketika Presiden berhalangan?

Nyatanya sejauh ini belum ada tugas dan wewenang yang jelas yang dapat dijalankan oleh Wakil Presiden. Tugas membantu presiden pun juga tidak dijabarkan secara jelas membanrtu yang seperti apa. Meskipun berada satu tingkat di bawah Presiden,namun ia tidak dapat memutuskan sebuah kebijakan karena Presiden lah yang berhak mengambil kebijakan. Jika dalam UUD maupun UU yang menyatakan bahwa Presiden adalah panglima tertinggi tentara,tidak ada pula UU yang menyatakan bahwa Wakil Presiden adalah Wakil Panglima Tertinggi.

Wakil Presiden pun tidak mempunyai produk hukum. Dalam UU nomor 12 Tahun 2011 terdapat hirarki peraturan perundang-undangan yang terdiri dari UUD 1945,TAP MPR,Undang-Undang/Perpu,PP,Perpres dan Perda. Selain itu terdapat peratutran khusus seperti Perma dan Permen. Pembuatan undang-undang adalah kewenangan DPR dengan persetujuan Presiden.  Kemudian Perpu,PP,Perpres merupakan kewenangan Presiden. Jelas dari sini bahwa Wakil Presiden tidak mempunyai produk hukum apa-apa. Berbeda dengan Menteri di mana ia mempunyai wewenang dalam mengeluarkan Peraturan Menteri. Dulu pada tahun 2004 Wapres Jusuf Kalla pernah mengeluarkan SK Wapres tentang percepatan penanganan tsunami Aceh. SK tersebut dipertanyakan legalitasnya bahkan menjadi satu-satunya SK Wapres yang ada sampai sekarang.

Dengan besarnya kuasa Presiden serta tidak jelasnya tupoksi Wakil Presiden dalam menjalankan pemerintahan negara maka wajar bagi penulis jika Wakil Presiden kurang menonjol di hadapan publik. Karena sejatinya,Wakil Presiden bertugas mendampingi Presiden. Lebih dari itu,Wakil Presiden haruslah menjadi teman  setia sang Presiden. Ketika seorang Presiden diharuskan mengambil keputusan dan ia mengalami kesulitan,Wakil Presidenlah yang memberi saran mengenai keputusan yang akan diambil. Begitulah menurut penulis idealnya pembagian tugas antara Presiden dan Wakil Presiden. Jika Presiden bekerja didepan layar maka Wakil Presiden bekerja dibalik layar. Selain itu Wakil Presiden harus setia menjadi tameng yang melindungi Presiden.

Contoh ideal hubungan Presiden dan Wakil Presiden dapat kita lihat di pemerintahan Amerika Serikat khususnya pada dua pasang sosok eksekutif terakhir di negeri Paman Sam tersebut,Obama-Biden dan Trump-Pence. Ketika masa pemerintahan Barack Obama,Joe Biden selalu menjadi tameng bagi Obama dalam kebijakan yang diambil beliau. Selain itu Biden sering memberi masukan yang tidak pernah terpikirkan oleh Obama sebelumnya. Tak ayal jika Biden menjadi Wapres Obama selama dua periode. Kedekatan keduanya bahkan disebut oleh rakyat amerika sebagai “bromance”.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Wapres Mike Pence. Bahkan ketika Donald Trump dihadapkan kepada ancaman pemakzulan,Pence berdiri paling depan menentang pemakzulan. Padahal jika Trump berhasil dimakzulkan,dialah yang akan naik ke kursi kepresidenan negara adidaya tersebut. Maka dari itu pada Pilpres AS tahun ini Trump kembali maju bersama Pence sebagai calon Presiden dan calon Wakil Presiden.

Begitulah apa yang seharusnya dilakukan oleh Wakil Presiden. Semoga Presiden dan Wakil Presiden kita saat ini maupun yang akan datang dapat mencontoh Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat.

 

Penulis:

Muhamad Danil Akbar, Mahasiswa UMJ Fakultas Hukum, dan menjabat sebagai Ketua Bidang Kader IMM Komisariat Fakultas Hukum UMJ

 

0 comments on “Wakil Presiden: Orang Nomor Dua Yang Diduakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.