Monday, 26 October, 2020

Category: Puisi


Puisi-Puisi Moh Alim

Musim kemarau Di musim kemarau Tidak ada kunang-kunang berterbangan Tidak ada capung-capung berkeliaran Tidak ada hewan-hewan menjinjikkan datang untuk mengusik-ngusik khayalanku.   Musim kemarau telah melempar senyum di saat aku berduka kepanjangan.   Andai kata, tokang roti datang kepadaku, menawarkan Read more…


Perempuan Tua Di hari minggu yang sendu Perempuan-perempuan tua melongok ke jendela Rambutnya yang tampak gimbal, kulitnya terlihat mengkerut. Lusuh !! Iya, kulihat meja dan keranjang Cermin dan lukisan perempuan separuh telanjang Dengan kursi dan pohon palma dibagian belakang. Pandangan Read more…


Kidung Lesap ia menghapus jejaknya sendiri di dinding di katakata di bayangannya ia kalah dari chairil aku kalah dalam sajaknya Jakarta, 2019   Hikayat Kecil suatu pagi dengan detikdetik disiram cahaya matahari kaki kecil berkejaran dadanya penuh letupanletupan imaji menjadi Read more…


MANIS KAU SETUBUHI Sepoi angin menjelma dan merasuki tulang belulangku, Namun semuanya realitas tanpa sendu. Cukuplah. Karena diksimu takku butuhkan lagi Tak patut lagi kau menjadi penuntut Tak patut lagi kau menjadi buntut Sudahlah… Prakatamu hanyalah citra dalam ribuan derita. Read more…