Wednesday, 28 October, 2020

Belajar Online, Ganjar: Guru Tidak Memberi Tugas Berat


Belajar Online, Ganjar: Guru Tidak Memberi Tugas Barat

Dialeka.com, Jateng. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melarang guru untuk memberikan tugas berat kepada para siswa saat belajar menggunakan sistem online. Para guru disuruh cukup untuk menyampaikan materi atau memberi tugas tentang virus Covid – 19, hal ini sebagai edukasi kepada siswa.

Ganjar menuturkan, Kebijakan ini diambil karena banyak komplain dari siswa karena tugas yang semakin menumpuk.

“Mungkin mereka bosan dan proses belajar daringnya itu tidak interaktif, cenderung satu arah berbentuk beban-beban tugas yang panjang,” kata Ganjar, Minggu (22/3).

Selain itu, Ganjar membuat kebijakan baru pendidikan di masa 14 hari pembelajaran di rumah. Para guru juga dipersilahkan bekerja di rumah.

Selain pelajar, mulai Senin 23 Maret 2020 seluruh guru juga melaksanakan pembelajaran dari rumah alias Work From Home (WFH). Bukan hanya untuk tingkatan SMA dan sederajat, tapi juga berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan.

“Guru-guru Anda juga boleh bekerja di rumah, sekolahan dijaga oleh kepala sekolah, TU atau guru piket secara bergantian. Sehingga mereka bisa bekerja di rumah lebih banyak,” jelas Ganjar.

Lebih lanjut, menurut Ganjar, materi yang diberikan akan lebih efektif jika berkaitan dengan Corona. Mulai dari apa itu Corona, bagaimana mencegah, perilaku apa yang harus diubah, sampai bagaimana bicara dengan temannya agar semua mengerti social distancing.

“Maka, 14 hari yang sudah berjalan satu Minggu bisa dimanfaatkan guru untuk menyampaikan materi tentang Corona,” ujarnya.

“Saya harap Senin besok bisa jalan. Karena ada kewenangan bupati dan walikota, dua hari lalu melalui kepala Dinas Pendidikan dikomunikasikan dengan kabupaten kota, agar mereka juga bekerja di rumah seperti pegawai Pemprov Jateng yang sudah 70 persen bekerja di rumah,” pungkasnya.

0 comments on “Belajar Online, Ganjar: Guru Tidak Memberi Tugas Berat

Leave a Reply

Your email address will not be published.