Wednesday, 28 October, 2020

Covid – 19 Meluas, Sekolah Qur’an Al-Ihsan Diliburkan


Covid - 19 Meluas, Sekolah Qur'an Al-Ihsan Diliburkan

Dialeka.com, Tangsel. Berhubungan penyebaran virus Covid – 19 yang semakin mengkhawatirkan, Seluruh sekolah yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diliburkan dan digantikan dengan sistem belajar online dari rumah masing-masing selama 14 hari terhitung mulai hari Senin 16 hingga 28 Maret 2020 .

Sebelumnya, pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor 440/1507 tentang pengalihan kegiatan pembelajaran di rumah

“Semua satuan lembaga pendidikan baik swasta maupun negeri yang menjadi kewenangan Kota Tangsel mengalihkan sementara aktivitas belajar dari kembang/sekolah ke rumah pada 16 Maret sampai dengan 28 Maret,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Taryono, Minggu (15/3) lalu.

Sekolah yang diliburkan di antaranya Sekolah Qur’an Al-Ihsan (SQA) yang berada di Jl. Jamsostek No. 76 Komplek Astek Lengkong Gudang Timur BSD Tangerang Selatan, Banten. SQA merupakan Sekolah setara Sekolah Dasar (SD) yang berada di bawah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ini diliburkan sehari setelah Pemkot Tangsel mengeluarkan surat edaran karena masih melakukan rapat, mapping dan menyiapkan strategi Terkait sistem pembelajaran online.

“Pembelajaran online dimulai pada hari Selasa 17 Maret. Ini karena kita juga harus atur strategi dan mapping sana sini. Jadi, Senin kita meeting, selasa kita eksekusi,” terang Samsul Arifin selaku ustad kepada Dialeka.com, Selasa (24/3).

Samsul mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan waktu satu hari dalam menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran online, sementara, ia sendiri bertanggung jawab untuk memberikan edukasi di bidang media, guru yang lain menyiapkan konten pembelajaran dan ada juga yang membuat tutorial cara penggunaan media yang digunakan selama belajar online.

“Kami perlu 1 hari untuk melaksanakan pembelajaran online. Hari senin kita masuk dan saya mewakili kawan2 guru bertanggung jawab memberikan edukasi (saling belajar) di bagian medianya. Sementara guru2 lain menyiapkan konten pembelajaran. Paralel dngan itu, sebagian yang lain membuat tutorial cara2 penggunaan media yang kita gunakan untuk belajar,” ungkap Samsul.

“Bahkan, sekolah memberikan kesempatan para orang tua untuk datang dan belajar cara menggunakan media pembelajaran yang akan digunakan selama 2 minggu kedepan,” lanjutnya.

Samsul mengaku perlu ada evaluasi yang panjang terkait pembelajaran online dan dia juga bersyukur karena di sekolahnya kegiatan tersebut berjalan lancar dan efektif. Meski demikian, menurut Samsul ada hal-hal yang tidak dapat divirtualkan dan termediasi oleh media secara online, itulah transfering karakter.

“Di sekolah Kami, alhamdulillah semua berjalan lancar dan efektif. Meskipun menurut saya ada hal2 yang tidak dapat divirtualkan dan termediasi oleh media secara online. Apa itu? Itulah transfering karakter,” kata Samsul.

Para murid (santri, panggilan murid di SQA) terkadang tidak mau setoran hafalan, gak mau direkam video dan ada sebagian orang tua yang tidak terlalu paham dengan dunia digital. Itulah kendala bagi Samsul dan salah satu Opsinya video Call (VC) melalui WhatsApp (WA). Padahal para santri dalam sehari harus menyetorkan dua sampai tiga kali setoran. Setoran yang pertama; Murojaah, kedua; setoran nambah hafalan surat, yang ketiga;  hafalan kosa kata bahasa arab.

Syukur Dalam Pusaran Wabah
Virus Corona yang menginfeksi ratusan negara juga Indonesia dan telah membunuh ratusan ribu korban  ini tidak semuanya berdampak negatif, bagi peria yang punya nama lengkap Samsul Arifin been suyat, ada hal yang mesti disyukuri di antaranya pembelajaran yang dipindahkan ke rumah dengan sistem online, karena dengan itu dia bisa melihat, mengamati, mencatat dan memberikan insight – insight baru sehingga ada upaya dalam memerdekakan belajar masyarakat.

” Kita mesti bersyukur ditengah2 adanya wabah ini. Kenapa? Sedikitnya kita punya 14 hari sejak dipindah belajarkannya para siswa ke rumah untuk tarik napas dalam2, melihat, mengamati, mencatat dan memberikan insight2 baru dalam rangka memerdekakan belajar masyarakt kita,” ungkapnya.

Melihat fenomena negara-negara maju dan negara tetangga lainnya yang sudah lebih siap dan sudah sejak lama mempersiapkan peluang bagi anak didiknya di masa yang akan datang, sementara di Indonesia masih baru belajar cara menggunakan media pembelajaran dan hanya berkutat di teknis yang tidak berkesudahan, maka bagi Samsul bukan soal meng-online-kan kelas saja tetapi yang lebih penting adalah mengetahui seberapa jauh jarak Sumber Daya Manusia (SDM) atau Guru-guru untuk sanggup beradu cepat dalam era 4.0.

” Menurut saya bukan perihal Corona yang dengan cepat mengosongkan kelas2 dan semua berbondong2 meng-online-kan kelas. Yang lebih penting dari pada itu sebenarnya seberapa jauh jarak sumber daya manusianya (guru2) kita sanggup beradu cepat dengan 4.0 industri ini,” pungkasnya. 

 

0 comments on “Covid – 19 Meluas, Sekolah Qur’an Al-Ihsan Diliburkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.