Wednesday, 28 October, 2020

Di Hari Pendidikan Nasional, FSGI Mendesak Pemerintah Menyusun Kurikulum Darurat


Dialeka.com, Jakarta. Hari ini, 2 Mei merupakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 yang selalu diperingati setiap tahun oleh masyarakat Indonesia, namun peringatan Hardiknas kali ini berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya, karena bertepatan dengan merebaknya pandemi Covid – 19 di Indonesia bahkan dunia.

Dengan belajar dan mengajar dari rumah akibat pandemi, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak pemerintah untuk segera membuat skenario pendidikan pada masa pandemi dan bencana pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/4).

Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) FSGI Satriwan Salim mengatakan, pemerintah harus segera membuat skenario pendidikan jangka pendek untuk menghadapi krisis akibat pandemi Covid -19 saat ini serta menyiapkan skenario jangka panjang untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian bencana pada masa mendatang.

FSGI menekankan pentingnya penyusunan kurikulum darurat untuk masa krisis, sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi dan keterbatasan yang ada, mulai dari keterbatasan media pembelajaran, akses terhadap media belajar, keterbatasan interaksi langsung, serta keterbatasan ketersediaan waktu dan biaya.

Sementara, kurikulum yang digunakan saat masa krisis saat ini adalah kurikulum pembelajaran yang dibuat pada waktu normal dan digunakan saat waktu normal pula. Padahal, menurut Satriwan, kurikulum yang dibutuhkan saat ini adalah kurikulum yang mampu beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas.

FSGI menyarankan agar pemerintah juga membenahi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, karena kemampuan dalam pengelolaan pembelajaran jarak jauh masih minim. FSGI membeberkan hasil survei FSGI dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada akhir April 2020 menunjukkan 53 persen guru masih mengejar pencapaian kurikulum ideal atau menuntaskan materi selama pembelajaran jarak jauh. Akibatnya, siswa menjadi terbebani.

Kondisi yang demikian, menurut federasi serikat guru, bertentangan dengan prinsip kelonggaran dan relaksasi yang terkandung dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020.

Selain penyusunan kurikulum darurat, FSGI meminta pemerintah membuat skenario penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada masa krisis, seperti yang sekarang terjadi akibat pandemi Covid -19.

“Permendikbud tentang PPDB No 44 Tahun 2019 dan Surat Edaran Mendikbud No 4 Tahun 2020 belum mengakomodir secara riil dan objektif kondisi krisis,” kata Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo, dikutip dari antara.

FSGI juga meminta pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian khusus kepada sekolah swasta, khususnya para guru honorer yang menjadi kelompok terdampak krisis COVID-19.

Pandemi membuat sebagian orang tua tidak bisa bekerja dan menjalankan usaha sebagaimana biasa atau kena pemutusan hubungan kerja sehingga tidak mampu membayar biaya pendidikan. Kondisi yang demikian mempengaruhi kondisi keuangan sekolah-sekolah swasta.

0 comments on “Di Hari Pendidikan Nasional, FSGI Mendesak Pemerintah Menyusun Kurikulum Darurat

Leave a Reply

Your email address will not be published.