Wednesday, 28 October, 2020

Unit Pendidikan BPSDMI Memproduksi Hand Sanitizer


Unit Pendidikan BPSDMI Memproduksi Hand Sanitizer

Dialeka.com, Jakarta. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) khususnya di Unit pendidikan, sedang memproduksi cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Menyusul Langkanya benda tersebut di Indonesia karena sebaran Covid – 19 yang semakin hari semakin meluas.

Eko S.A. Cahyanto selaku kepala BPSDMI mengatakan kalau seluruh dunia sedang dilanda nestapa karena wabah Corona bahkan di Indonesia. Sehingga tak heran orang-orang berbondong-bondong memburu masker dan hand sanitizer.

“Seluruh dunia kini sedang didera nestapa wabah Corona, tak terkecuali Indonesia. Maka tak heran banyak orang berbondong-bondong membeli masker dan hand sanitizer agar tubuh tetap terjaga dari serangan virus,” ujar Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, Minggu (22/3).

Semua orang mencari produk tersebut di semua wilayah, akibatnya sebagian daerah terkhusus daerah yang terpapar Covid – 19 mengalami kelangkaan dan meski ada, harganya naik drastis dari biasanya. “Sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan sulit untuk membelinya, bahkan harganya meroket drastis,” lanjut Eko.

Oleh sebab itu, unit pendidikan di bawah naungan BPSDMI sedang bersemangat untuk memproduksi lebih banyak lagi hand sanitizer secara mandiri. Pembuatan hand sanitizer ini telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh WHO serta prosedur kesehatan dan keselamatan hingga melalui riset yang baik.

Pendistribusian produk tersebut akan didistribusikan ke semua sektor, karyawan, mahasiswa atau siswa bahkan masyarakat sekitar. “Produk hand sanitizer ini kami distribusikan untuk kebutuhan karyawan serta mahasiswa atau siswa di lingkungan unit pendidikan masing-masing, hingga juga diserahkan ke masyarakat sekitar,” jelas Eko.

Unit pendidikan Kemenperin yang sudah memproduksi hand sanitizer secara mandiri tersebut, antara lain adalah SMAK Padang, SMAK Bogor, SMTI Padang, SMTI Makassar, SMTI Aceh, Politeknik AKA Bogor, Poltek ATI Padang, Poltek STTT Bandung, Poltek ATK Jogjakarta, Poltek PTKI Medan, Akademi Komunitas Bantaeng, AKOM Solo dan Balai Diklat Industri Makassar.

Saat ini, total produksi akumulatif sudah mencapai 1,6 ribu liter, sementara dalam satu hari mampu memproduksi 100 sampai 500 liter. “Dalam sehari rata rata mereka mampu memproduksi 100 liter sampai 500 liter yang dikemas di dalam botol dengan berbagai ukuran sesuai kebutuhan,” terangnya.

Dalam hal ini, Eko menyampaikan, bahwa masyarakat hingga pejabat daerah memberikan apresiasi karena dinilai sebuah bentuk kepedulian di tengah krisis cairan pembersih tangan tersebut. Turut memberikan apresiasi antara lain Walikota Padang, Wakil Gubernur Sumatera Barat, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Eko menganjurkan agar selalu membawa Hand sanitizer saat bepergian kalau tidak ada sabun dan air mengalir, karena penggunaan hand sanitizer mampu membunuh mikroorganisme yang menempel di tangan. Saat ini Corona sudah menjadi Pandemi global yang mesti diwaspadai oleh semua kalangan.

“Penggunaan hand sanitizer ini mampu membunuh mikroorganisme yang menempel di tangan, dan dianjurkan untuk selalu dibawa kemanapun pergi untuk mengantisipasi kalau tidak terjangkau sabun dan air mengalir,” pungkasnya. 

 

0 comments on “Unit Pendidikan BPSDMI Memproduksi Hand Sanitizer

Leave a Reply

Your email address will not be published.