Wednesday, 28 October, 2020

Liku Produksi – Pelegalan Vaksin Covid-19


Liku Produksi - Pelegalan Vaksin Covid-19

Dialeka.com, Tangerang. Coronavirus disease 2019 (Covid – 19) atau lebih dikenal dengan Corona sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ditetapkan sebagai pandemi karena penyebarannya yang sangat cepat, bahkan saat WHO menetapkan sebagai pandemi, virus ini telah menginfeksi 114 negara. Saat ini, Covid – 19 telah menewaskan 47.241 ribu jiwa dan kasus saat ini mencapai 935. 750 orang per Kamis 02 April 2020.

Dalam hal ini, dibutuhkan perlawanan yang cepat dan tanggap agar Covid – 19 tidak semakin meluas bahkan saat ini yang dibutuhkan adalah pembasmian virus tersebut. Sebagian negara sudah menerapkan Strategi pysical distancing dan Lockdown atau karantina wilayah yang dampaknya terhadap virus akan memperlambat penyebaran pandemi dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, Vaksin menjadi alternatif yang mampu mencegah penularan pandemi dengan cara menginjeksikan virus yang dilemahkan ke dalam tubuh manusia untuk memicu kinerja ingatan antibodi dalam tubuh sebagai respon kekebalan alami.

Berlomba-lomba Menciptakan Vaksin

Ada 35 perusahaan farmasi dan lembaga penelitian di berbagai bagian dunia sedang berlomba-lomba menciptakan vaksin Covid-19. kecepat-tanggapan perusahaan-perusahaan tersebut diawali oleh upaya Cina di awal Januari 2020 yang berbagi genom Sars-CoV-2, yang memiliki sekitar 80-90% genom Covid-19.

Sayangnya, pembuatan Vaksin tidaklah sebentar akan tetapi membutuhkan waktu lebih dari 1 dekade untuk dapat diproduksi secara massal di seluruh dunia, tantangan ini mendesak para ilmuwan untuk memangkas waktu yang diperlukan dalam pembuatan vaksin. Namun, pendanaan yang besar untuk perusahaan farmasi dan lembaga penelitian juga menjadi masalah karena eksperimen vaksin ini dianggap sebagai bisnis yang beresiko apabila vaksin yang diproduksi gagal untuk dikomersialkan

Beberapa minggu setelah WHO mengumumkan pandemi ini, CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations), sebuah kemitraan publik swasta yang diluncurkan pada tahun 2017 menjadi penyelenggara dana terbesar yang berperan penting dalam pengujian puluhan vaksin covid -19.

CEPI mendanai lembaga besar seperti NIAID, perusahaan biotek Moderna, perusahaan biotek Inovio Pharmaceuticals, perusahaan biotek CureVac dan perusahaan lain yang memproduksi vaksin Covid-19.

Selain CEPI, ada penyelenggara dana lain seperti BARDA (Biomedical Advanced Reseaerch and Development Authority) yang berada di bawah naungan pemerintah Amerika Serikat yang mendanai perusahaan Johnson & Johnson’s Janssen.

Proses Produksi Vaksin

Selain dana yang besar, uji klinis sebagai prekursor penting dalam syarat diproduksinya vaksin, diharuskan melewati tiga tahapan berikut:
Pertama, perlunya melibatkan beberapa puluh sukarelawan yang sehat dan memantau efek samping yang terjadi. Kedua, perlunya melibatkan beberapa ratus orang di beberapa bagian dunia yang terdampak pandemi ini dan memantau keefektifan vaksin itu. Ketiga, melakukan hal yang serupa dengan melibatkan beberapa ribu orang di beberapa bagian di dunia.

Ketika eksperimental vaksin melewati tahapan tersebut, para sukarelawan akan menimbulkan respon tubuh yang berbeda. Oleh karena itu, sangat diperlukannya uji klinis yang memerlukan waktu panjang sebelum vaksin akhirnya diproduksi secara massal.

Presiden Trump pada (02/03) mendesak agar vaksin siap diedarkan pada bulan November tahun 2020 . Sikap tersebut mengundang pernyataan dari Annelies Wilder-Smith, profesor infectious disease di London School of Hygiene and Tropical Medicine “Seperti kebanyakan ahli vaksinologi, saya tidak berpikir vaksin ini akan siap sebelum 18 bulan,” ungkapnya.

Setelah vaksin disetujui dan akan diproduksi dalam jumlah besar, akan ada banyak organisasi dalam perlombaan vaksin Covid-19 yang tidak memiliki kapasitas produksi yang diperlukan. Sehingga, timbulah permasalahan bagaimana vaksin dapat diedarkan kepada orang yang membutuhkan dari seluruh bagian dunia.

Setelah vaksin bisa diedarkan, maka negara-negara akan membuat pedoman dalam prioritas vaksinasi. Inggris telah membuat pedoman untuk memprioritaskan vaksinasi pada tenaga medis yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi – termasuk anak-anak dan wanita hamil.

WHO bekerjasama dengan pemerintah, yayasan amal dan perusahaan vaksin Covid-19 untuk memastikan strategi distribusi global yang adil ke negara-negara berkembang. Namun, pernyataan ini masih menjadi perdebatan lantaran adanya pembatas seperti faktor ekonomi dan politik yang membutuhkan waktu untuk didiskusikan kembali sampai vaksin Covid-19 dilegalkan. ( rep: Nova Khoerunnisa)

0 comments on “Liku Produksi – Pelegalan Vaksin Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published.