Monday, 19 October, 2020

Cerita penjual sate padang kena imbas Covid – 19


Cerita penjual sate padang kena imbas Covid - 19

Dialeka.com, Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim beberapa waktu lalu mengeluarkan surat edaran agar sekolah dan kampus diliburkan selama dua pekan kedepan untuk mencegah penularan Covid – 19. Kebijakan ini berdampak besar bagi para pedagang, salah satunya Suardi, penjual sate padang yang biasa mangkal di depan gerbang belakang sekolah Madrasah Pembangunan (MP) UIN Syarif Hidayatullah.

Suardi menceritakan, kalau dagangannya sepi pembeli, semenjak sekolah dan kampus diliburkan dan tentu karena ada mahasiswa yang pulang kampung dan ada yang enggan keluar dari rumah kostnya sehingga pendapatan per malamnya mengalami penurunan. Sebelumnya Ia bisa mendapatkan uang 500 – 600 per malam, namun dua hari ini pendapatannya terus mengalami penurunan yang drastis dari 250 hingga 200 ribu per malamnya.

” ia awal-awal sampai 500 – 600 ribu, gitu. Nah, dua hari ini merosot sampai dapat 250 ribu, ada juga 200 ribu,” Tutur Suardi, Kamis (19/3).

Tidak hanya karena libur sekolah, menurut Suardi semenjak adanya virus Corona yang semakin meluas dan semua orang selalu membicarakan virus itu, sehingga berdampak pada pendapatannya.

“semenjak ada ini (Covid-19) yang paling ini banget, semakin meluas dan bicara orang itu terus tuh,” lanjut pria kelahiran tahun 1972 tersebut.

Menanggapi kebijakan tersebut, dan pemasukan yang semakin berkurang, ayah dua anak tersebut berharap kepada pemerintah untuk memberi bantuan atau  Bagi-bagi sembako, ” harus ada apa gitu, bagi-bagi sembako atau bantuan dari pemerintah gitu kan, kita orang yang pas-pasan susah juga bikin pasokan Makanan-makanan gitu kan,” harapnya.

“gak usah Banyak-banyak, cukup umpamanya buat dua minggu kedepan,” lanjutnya.

Meski begitu, Suardi tetap akan berjualan karena menurutnya, kalau gak keluar, gak melangkah, maka gak ada yang mau dimakan, sementara simpanan gak punya di sisi lain dia harus bayar kontrakan.” Kalau kayak kita, kalau gak keluar, kalau gak melangkah, ia gak ada, simpanan kan gak punya. Hasil penjualan buat bayar kontrakan, air sama listrik,” jelasnya.

Selain itu, Suardi berharap pemerintah cepat menangani dan mencari penyebab virus Covid – 19 ini, supaya masyarakat tidak kebingungan. “Pemerintah biar cepat menangani, mencari penyebab itu (Covid – 19) kan, supaya masyarakat, rakyat ini tidak kebingungan kan,” pungkas Suardi. 

 

0 comments on “Cerita penjual sate padang kena imbas Covid – 19

Leave a Reply

Your email address will not be published.