Wednesday, 28 October, 2020

Jahe Merah – Covid-19 Di Mata Ilmuan LIPI


Jahe Merah- Covid-19 Di Mata Ilmuan LIPI Dialeka

Dialeka.com, Jakarta. Virus Corona atau yang saat ini dikenal Covid -19 di Indonesia kasusnya semakin meroket, saat ini sudah mencapai 172 kasus per Selasa, 17 Maret 2020. Menyusul meningkatnya kasus tersebut dan belum ditemukannya vaksin yang dapat mencegah laju penyebaran Covid -19 ini, banyak informasi kurang tepat beredar di Indonesia yang mengatakan bahwa Jahe merah mampu menyembuhkan orang yang terpapar Covid-19.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Masteria Yunovilsa Putra membantah serta meluruskan atas informasi yang beredar luas tersebut. Masteria mengatakan bahwa belum ada bukti hingga saat ini yang melaporkan penggunaan jahe merah sebagai antivirus terkhusus virus Corona SARS-CoV-2.

“Sampai saat ini belum ada bukti yang melaporkan penggunaan jahe merah sebagai antivirus, khususnya virus Corona SARS-CoV-2,” kata  Masteria Yunovilsa Putra, Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Dilansir Lipi.go.id

Masteria menjelaskan bahwa jahe merah berfungsi untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan, bukan untuk menyembuhkan atau untuk membunuh virus tersebut. jahe merah menurut Masteria memiliki aktivitas sebagai immunomodulator (perubahan fungsi sistem kekebalan)  untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

“Efek inilah yang bermanfaat dalam pencegahan dan membantu dalam pemulihan dari virus Corona,” terang Masteria.

Selain itu, jahe merah juga memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. “Secara umum, virus Corona memiliki gejala peradangan berlebih pada paru-paru. Dengan aktivitas antiinflamasi yang dimiliki oleh jahe merah, dapat meredakan gejala tersebut,” lanjut Masteria.

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu jenis unggul tanaman rimpang jahe yang ada di Indonesia, karena memiliki kandungan senyawa aktif yang lebih tinggi dibandingkan varietas jahe lainnya.

Di Indonesia, Jahe merah banyak digunakan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional. Secara morfologi, jahe merah mempunyai rimpang berwarna merah hingga jingga muda serta memiliki aroma tajam dan rasa yang pedas.

Kandungan jahe merah khususnya gingerol dan shogaol merupakan senyawa yang bertanggung jawab atas efek immunomodulator. Selain itu, jahe merah juga memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. mengkonsumsi jahe merah dapat menjadi langkah pencegahan penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh.

Selain antiinflamasi dan antioksidan, jahe merah juga memiliki beberapa aktivitas farmakologis lainnya. “Seperti menurunkan tekanan darah, antibakteri, menurunkan asam urat, hepatoprotektor, menurunkan kadar kolesterol, aprodisiak, pencegahan penyakit kronis degeneratif seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes pada lansia,” tutup Masteria. 

 

2 comments on “Jahe Merah – Covid-19 Di Mata Ilmuan LIPI

Leave a Reply

Your email address will not be published.