Wednesday, 28 October, 2020

Lonjakan Kasus Covid – 19 Masih Mampu Diatasi, Surabaya Belum Ajukan PSBB


Lonjakan Kasus Covid - 19 Masih Mampu Diatasi, Surabaya Belum Ajukan PSBB

Dialeka.com, SurabayaKota Surabaya belum merencanakan pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke kementerian kesehatan (Kemenkes) sebagaimana disampaikan oleh DPRD Kota Surabaya. Sementara, Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya mengalami kenaikan drastis dari sebelumnya pada Sabtu (11/4) hanya 97 orang menjadi 180 orang pada Minggu (12/4). Sedangkan pada Senin (13/4) mengalami kenaikan 28 orang sehingga total menjadi 208 orang.

Wakil Ketua DPRD Surabaya A. H. Thony mengatakan, Jakarta dan Surabaya mempunyai perbedaan yang jauh dalam hal Covid – 19. Menurutnya, Jakarta pantas untuk memberlakukan PSBB dilihat dari lonjakan data positif Covid – 19 yang dalam sehari ada 180 kasus, hal ini perlu upaya antisipasi agar angka tersebut tidak terus meningkat.

”Kondisi di Surabaya masih relatif terkendali apalagi jumlah angkanya relatif lebih sedikit,” kata Thony seperti dilansir dari Antara pada Selasa (14/4).

Meski belum menetapkan status PSBB, menurut Thony, pihaknya masih bisa mengantisipasi peningkatan kasus Covid – 19 dengan cara isolasi tempat tinggal pasien yang terinfeksi covid – 19. Selain itu, Thony mengklaim  telah mengedukasi kepada masyarakat dengan cerdas agar supaya bisa lebih mematuhi anjuran dari pemerintah. Tidak kalah penting, pihaknya berharap pemerintah tidak terlalu berfokus ke masyarakat yang terkena dampak Covid-19 saja.

”Sekarang masalahnya banyak pihak yang saling tarik-menarik persoalan ini seolah-olah tidak lagi pada persoalan penyakit, tetapi sudah persoalan perut,” ungkap Thony.

Di sisi lain, Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser mengatakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismharini sudah menggelar audiensi dengan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugraha terkait melonjaknya warga positif Covid-19 di Surabaya, Senin (13/4).

”Bu Risma dan Pak Sandi diskusi banyak. Salah satunya jumlah yang terkonfirmasi apakah mereka dari orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan (PDP). Atau data dari luar yang kemudian tes swab-nya di rumah sakit di Surabaya. Dari luar masuk, terus jadi seperti itu,” ujar Fikser.

Fikser menjelaskan untuk pasien ODP dan PDP sebelumnya sudah melalui berbagai tahap pemeriksaan dan tes khususnya untuk warga Surabaya. Namun yang dikhawatirkan dari jumlah data yang dimiliki pemkot, ada pasien yang Covid-19, tetapi di luar dari data yang dimiliki pemkot. Artinya, Pemkot Surabaya harus menyiapkan strategi penanganan khusus, jika ada warga Surabaya yang berobat di luar kota dan statusnya positif Covid-19.

”Padahal Surabaya juga kan menjadi rujukan dari berbagai daerah. Bisa jadi awalnya dia (pasien) bukan positif. Lalu dalam perkembangannya berobat di rumah sakit luar Surabaya akhirnya positif. Sehingga ini yang sedang dibahas di sini bagaimana penanganannya,” tutur Fikser.

 

0 comments on “Lonjakan Kasus Covid – 19 Masih Mampu Diatasi, Surabaya Belum Ajukan PSBB

Leave a Reply

Your email address will not be published.