Wednesday, 28 October, 2020

12 Maret, Hari Kelahiran Wapres ke 5 RI


Letnan Jenderal TNI (Purn.) Soedharmono adalah wakil presiden (Wapres) Republik Indonesia yang ke 5 menggantikan Umar Wirahadikusumah. Soedharmono ditunjuk oleh Presiden Soeharto untuk menjadi wakilnya dalam pemilu pada tahun 1988. selain itu juga ada yang getol mencalonkan Soedharmono agar menjadi orang nomor dua di Indonesia di antaranya adalah Sarwono dan Akbar Tandjung.

 

Soedharmono adalah orang kepercayaan Soeharto, sebelumnya hubungan mereka semakin dekat setelah Gerakan 30 September (G30S) 1965 yang sejumlah petinggi TNI-AD tewas pada saat itu. menjadi orang kepercayaannya Soeharto, Soedharmono yang kelahiran 12 Maret 1927 di Gresik, Jawa Timur itu adalah orang yang dipercaya untuk menyalin Surat Perintah 11 Maret 1966 atau yang dikenal Supersemar setelah Soeharto menerima Surat tersebut.

 

Supersemar itu dari Soekarno diberikan kepada Soeharto yang kala itu menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat untuk didistribusikan kepada Perwira Militer lainnya, surat itu berisi pemberian wewenang untuk memulihkan keamanan dan ketertiban setelah peristiwa G30S PKI.

 

Peristiwa G30S PKI membuat kedudukan Soekarno melemah, sementara Soeharto semakin menukik sebagaimana ditulis Tirto.id. Supersemar dimanfaatkan oleh Soeharto untuk pengambil alih kekuasaan dengan melakukan pembubaran PKI atas nama Soekarno. Sementara, Soekarno hanya memerintahkan untuk mensterilkan, beberapa hari dari itu Soekarno mengirim surat protes sebagaimana dilansir Merdeka.Com kepada Soeharto terkait pembubaran partai politik namun Soeharto tidak mengubrisnya.

 

Orde baru datang, Soedharmono bergemilang

 

Setelah Soeharto menjadi presiden pada tahun 1968, Sudharmono diangkat menjadi Sekretaris Kabinet serta Ketua Dewan Stabilitas Ekonomi. Pada tahun 1970, Sudharmono dipindahkan dari posisi Sekretaris Kabinet menjadi Sekretaris Negara, posisi yang memungkinkan ia untuk membantu Soeharto. Selain menjadi Mensesneg, Sudharmono juga menggantikan menteri lain secara sementara ketika mereka tidak dapat melaksanakan tugasnya seperti menjadi Menteri Penerangan dan Menteri Dalam Negeri serta membantu untuk membuat pidato pertanggungjawaban Soeharto sebelum Sidang Umum MPR. 

 

Karir dari Soedharmono kian menanjak, menjadi Ketua Umum Golkar juga diemban olehnya. Hal itu atas rekomendasi dari Soeharto, hingga penunjukan sebagai Wapres oleh Soeharto yang kala itu sudah berkuasa.

 

Kehidupan awal Soedharmono

 

Lahir di Cerme, Gresik pada tanggal 12 Maret 1927, dari ayahnya bernama R. Wiroredjo dan ibunya, Soekarsi. Tahun 1930, ia ditinggalkan ibunya selama-lamanya saat hendak melahirkan adik bungsu Soedharmono. 6 bulan kemudian, ayahnya meninggal karena sakit, Soedharmono menjadi yatim piatu dari kecil. Sudharmono kemudian tinggal bersama pamannya, seorang juru tulis yang bekerja untuk Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Walaupun demikian, Soedharmono berpindah-pindah untuk tinggal bersama sejumlah sanak keluarganya, baik dari pihak ibu maupun ayahnya.

 

Saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya atas Belanda pada tahun 1945, Soedharmono baru saja menyelesaikan sekolah menengah pertamanya. Setelah memutuskan untuk berhenti dari pendidikan lanjutan, Soedharmono turut membantu mengumpulkan senjata dari tentara Jepang dalam persiapan pembentukan Tentara Nasional Indonesia. Hasilnya, ia menjadi Panglima Divisi Ronggolawe, posisi yang terus dipegangnya selama Perang Kemerdekaan Indonesia melawan pasukan Belanda yang kembali menyerang Indonesia.

 

Setelah Belanda mundur pada tahun 1949, Soedharmono segera menyelesaikan pendidikan lanjutan sebelum pergi ke Jakarta pada tahun 1952, untuk bergabung dengan Akademi Hukum Militer. Ia menyelesaikan studinya pada tahun 1956. Pada tahun 1957-1961, Soedharmono ditugaskan di Medan, Sumatra Utara sebagai Jaksa Militer. Pada tahun 1962, Soedharmono memperoleh gelar dalam bidang hukum setelah menyelesaikan studinya di Universitas Hukum Militer. kemudian, Soedharmono diangkat Ketua Personil Pesanan Satuan Kerja Pemerintah Pusat dan memberikan bantuan administrasi kepada pemerintah.

Selama Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Presiden Soekarno membentuk Komando Operasi Tertinggi (KOTI), yang merupakan perintah perang segera di bawah kendali Soekarno. Pada tahun 1963, Sudharmono bergabung KOTI dan diberi peran Anggota Pusat Operasi Bersama untuk Operasi Agung Pada Oktober 1965, Soeharto diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat dan bergabung dengan KOTI sebagai Kepala Staf. Di sinilah Soeharto menjalin hubungan dengan Sudharmono hingga membawanya menjadi Wapres ke 5 RI, pada saat masa-masa tegang dalam sejarah Indonesia.

 

Soedharmono Meninggal

 

Pada 25 Januari 2006 tepatnya hari rabu malam pukul 19.40 WIB. Sudharmono meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama dua pekan di Rumah sakit MMC, Jakarta, sejak 10 Januari 2006 dikarenakan menderita komplikasi paru. Soedharmono meninggalkan seorang istri, Emma Norma, dan tiga orang anak. Soedharmono dimakamkan di Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata dengan upacara yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

 

0 comments on “12 Maret, Hari Kelahiran Wapres ke 5 RI

Leave a Reply

Your email address will not be published.