Wednesday, 18 November, 2020

Presiden Jokowi Turut Mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron


Dialeka.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi aksi kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, Prancis.

Jokowi mengecam aksi kekerasan tersebut. Selain itu, Presiden Jokowi juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina agama Islam.

“Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa,” kata Jokowi dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung di YouTube Sekretariat Kabinet, Sabtu 31 Oktober 2020.

baca juga : Pempus Tidak Naikkan Upah Minimum, Tiga Gubernur Ini Malah Menaikkan UPM

“Yang kedua, Indonesia mengecam pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai pernyataan umat islam di seluruh dunia,” tegas Jokowi.

Jokowi menilai pernyatan Macron telah mencederai persatuan dunia. Padahal, lanjut Jokowi saat ini dunia sedang dilanda pandemi global Covid-19 dan membutuhkan kebersamaan untuk mengatasinya.

Selain itu, Jokowi mengatakan, dalih kebebasan berekespresi tetapi menodai kehormatan, kesucian, kesakralan nilai-nilai, dan simbol agama tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

baca juga : Kopleksitas Permasalahan Pendidikan Tinggi, Jokowi: Saya Paham

“Kebebasan berekspresi yang menodai kesakralan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan,” ungkap Jokowi.

Jokowi juga menegaskan bahwa terorisme tidak berhubungan dengan agama mana pun. Dengan demikian, Jokowi juga mengecam terjadinya terorisme.

“Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apa pun,” katanya.

Dalam pernyataan terakhirnya, Jokowi dalam hal ini Indonesia, mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik.

baca juga : Soal Video Marahnya Jokowi, Amien Rais: Rakyat Makin Marah

Sebelumnya, Macron menyatakan akan melawan segala bentuk “terorisme Islam” pasca-peristiwa pemenggalan seorang guru bernama Samuel Paty di luar Paris, awal Oktober.

Paty sebelumnya dibunuh karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada para muridnya di kelas tentang kebebasan berbicara.

Dalam dua bulan terakhir, terdapat sejumlah insiden berdarah setelah Charlie Hebdo menerbitkan kartun tersebut.

baca juga : Politik Transaksional, Mahfud MD: Hukum Akan Ditegakkan dengan Cara Kolutif

Pertama, penyerangan di dekat kantor Charlie Hebdo pada 24 September; serangan terhadap penjaga kemanan di kantor Konsulat Perancis di Jeddah, Arab Saudi; serta serangan yang menewaskan tiga orang di Nice, Kamis 29 Oktober 2020.

0 comments on “Presiden Jokowi Turut Mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron

Leave a Reply

Your email address will not be published.