Wednesday, 28 October, 2020

Puisi-Puisi Khodadad Azizi


Puisi-puisi Khodadad Azizi

Serana

Bulir di pelupuk matanya menggerabak, menjinjing renjana yang t’lah lengas
Suaranya menggericau, merajah dirinya sendiri tanpa belas
Tubuhnya rungau, suaranya parau, hidupnya dirundung kemarau

Dirapatkannya telapak tangan pada dagu yang saru
Ia termangu..

Meremah harap yang telah diregas
Menyoal bahasa egoismu yang belum tersoalkan

Ia menyerana.

Geruh

Kau runjam dadaku tanpa belas

Padahal luka yang barusan kau gores belum berbekas

Padahal sembilu yang kau hunjam beberapa saat yang lalu tengah membingkas

Kau tau aku tak berkelit, menunduk pasrah dan merasa kalah

Menyepikan diri dalam kesayuan
Membilang air mataku yang sedari tadi kau tahan

Mengutuki aku, yang tak pernah kau beri kesempatan.

Dosa
Sekejap lagi kita akan berjumpa derita
Semua harus selesai kita tata, sebelum waktu mendesak penuh gelita

Kita telah bersedia, mempertaruhkan segala kedalam selarik asa
Mengharap mala senantiasa aksa

Kita berdua saling tatap, merapal doa dalam sebait harap

Jemariku meraih jemarimu, jemari kita menyimpul lekat tanpa jemu, bola mataku disejukkan oleh teduhnya senyummu

Suntuk saat sedang tekun, kau renggangkan jemarimu dari jemariku yang sedang melamun
Senyummu seketika kelu, membuang jauh-jauh tatapmu dari memandangku
Kau lekas angkat kaki dari tempatmu berpijak, padahal baru saja kau pinta aku untuk tidak beranjak

Aku tercenung, menyilakanmu yang kabur menghirap tanpa gaung

Kumantrakan kalimat penuh cita: “semoga sabtu malammu tak sebejat lakumu pada kita”

Tak ku aminkan, tapi Tuhan kabulkan. 

 

Penulis :

Khodadad Azizi, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah juruan Filsafat

0 comments on “Puisi-Puisi Khodadad Azizi

Leave a Reply

Your email address will not be published.