Wednesday, 28 October, 2020

Puisi-Puisi Moh Alim


Puisi-puisi Moh Alim

Panik

Jantung berdetak dengan keras

Keringat dingin menyatu ke dalam tubuh

Oh, sungguh pikiran dan emosi lumpuh

Melampaui kecepatan jam ding-ding.

Di sebuah ruangan hampa

Aku merasakan bom nuklir Albert Einstein

Meledak di dalam dada

Akibatnya, siapa saja bisa mati karena itu,  iya mati !!

Panik, tentu serangan kematian itu sendiri

Seolah orang-orang dijemput kematian.

Di hadapan panik, tentu kita harus sadar

Jika tidak, kita semua tetap merasa

Menikmati saat-saat kematian sendiri.

Ciputat,2020

 

Cemas

Jangan cemas

Tidurlah sayang

Esok hari akan ada sebuah perjalanan panjang..

Tentu, aku tidak terpejam selama-lamanya.

Dan aku juga tidak takut kematian,

Kematian adalah aku sendiri

Jangan cemas, sayang. Percayalah aku akan

tersenyum dan merangkul Kembali jari-jemarimu.

Sekali lagi, Jangan cemas. !!

Ciputat,2020

 

Seandainya

Seandainya, Engkau tidak temukan

Aku dalam dirimu?

Maka tidak akan pernah

Engkau temukan aku dalam keheningan.

 

Sungguh hatimu menjelma Maryam

yang penuh keajaiban.

Dan hatiku menjalar cahaya,

Mataku berkobar api cinta.

 

Seandainya…….

seandainya, kita bukanlah siapa-siapa

tentu lautan akan kering

langit pun tampak berwarna coklat.

 

Terimalah, sajak ini

sebagai benih-benih suci

antara aku dan engkau,

antara aku dan sunyi.

 

Seandainya…….

Seandainya, engkau tahu api cinta itu?

Biarkankan ia memaksamu untuk bersemayam

lebih lama.

Ciputat,2020

 

0 comments on “Puisi-Puisi Moh Alim

Leave a Reply

Your email address will not be published.