Tuesday, 27 October, 2020

Tag: Puisi-puisi Aristo


MANIS KAU SETUBUHI Sepoi angin menjelma dan merasuki tulang belulangku, Namun semuanya realitas tanpa sendu. Cukuplah. Karena diksimu takku butuhkan lagi Tak patut lagi kau menjadi penuntut Tak patut lagi kau menjadi buntut Sudahlah… Prakatamu hanyalah citra dalam ribuan derita. Read more…